Inisiatif

Inisiatif itu salah satu sifat yang kudu dimiliki seorang sekretaris.  Kalau kamu rajin, pinter, nurut sama bos, tapi kurang inisiatif, siap siap bakal ditegur bos.

Kadang kadang bos itu kalau kasih instruksi suka ga pake nafas panjang, ngalir begitu aja kayak air sungai, tinggal kita yang bengong mencerna maksud dan tujuan mereka.

Nah, kalau kita cuma mengartikan secara harafiah apa perkataanya bos, langsung dicap "kurang inisiatif lah, dikit dikit mesti diajarin lah, gitu aja ga ngerti," atau yang paling parah, "kamu beneran lulusan sekretaris apa bukan sih? kok ga punya inisiatif ?"

Maunya bos tuh......kalau dia bilang A, harus kita respon sampe Z.  Salah satu contoh kasusnya kayak gini :

"Kris.....kris....tolong cek harga tiket ke Singapur pakai SQ yang jam 07.00!"

Nah, jangan sampai kita cuma beneran cek harga tiket SQ yang berangkatnya jam 07.00 aja.  Itu sama aja bikin bos mendelik sebel.  Mendingan kita juga cek tiket yang jam sebelumnya dan jam jam sesudahnya.  Kenapa begitu? Karena, kadang kadang ada bos yang pingin tiket murah, bisa aja kan keberangkatan jam 10.00 lebih murah daripada jam 07.00.

Lebih bagus lagi kalau kita juga cek maskapai lain yang sekiranya bos juga suka menggunakannya.  Waktu kita report, pasti begini tanggapan atasan :

Bos : " Gimana tiket SQ nya? Sudah kamu cek" 
Saya : "Sudah pak"
Bos : "Berapa harganya?"
Saya : "$230 USD"
Bos : "Ok, kalau jam selanjutnya berapa?"
Saya : "Jam 08.00, jam 09.00 dan jam 10.00 harganya sama pak, tapi yang jam 11.00 lebih murah, harganya $210 USD"
Bos : "Hhmmm......mahal juga ya.  Coba kamu cek harga tiket Garuda, mungkin lebih murah"
Saya : "Sudah saya cek juga pak, harganya............"

Coba kalau saya ga inisiatif, jadinya bakalan bolak balik report, telponin travel, pantengin komputer.  Bisa dipastikan akan membuang waktu kita yang berharga. Belum lagi kita jadi kesel dan punya perasaan 'Arrrggghhhh........apa sih maunya bapak? Nanya mulu!!!!  Sebenernya niat pergi ga? Jangan jangan cuma mau bikin gw sibuk aja nih!'

Jangan sampai deh pikiran picik kita keluar, trus bikin bete, kerjaan jadi ngalor ngidul, yang lebih parah up dated status di medsos yang isinya luapan emosi, tanpa instropeksi diri dulu. 

Sebelum melaksanakan instruksi atasan, kita harus pikirkan benar benar maksud dan tujuannya, baru dilaksanakan.  Kalau emang belum ngerti, jangan ragu untuk bertanya pada atasan, jangan tanya karyawan lain.  Setelah paham benar, baru deh dikerjakan. 

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati Profesi Sekretaris

Suka Duka jadi Sekretaris

Contoh Surat Keluhan Kepada Pihak Bank