Komunikasi itu Penting

Dalam dunia kerja, apapun profesi dan jabatannya, komunikasi memegang peranan penting dalam keberhasilan kerja.

Saya pernah ditegur atasan, karena dianggap melakukan one way communication, bukan two way communication.  Apa sih Two Way Communication?Two Way Communication  adalah arus komunikasi dua arah.  Harus saya akui, awal saya bekerja disebuah perusahaan, dengan kultur dan kebiasaan lama yang sudah mendarah daging, menjadikan saya serba gamang, harus melakukan komunikasi macam apa. Kesulitan yang saya hadapi adalah........ketidak kompakan kedua atasan yang tidak seia sekata.  

Kalau hanya mendengarkan instruksi salah satu pihak, saya akan disalahkan, jika kedua instruksi atasan dilakukan, saya tetap saja..........disalahkan.  Serba salah pastinya, tapi itulah karakter atasan yang harus diterima dengan lapang dada.

Ada satu sikap yang harus dimiliki seorang sekretaris, yaitu rendah hati.  Rendah hati dalam konteks ini adalah, mau menerima dengan ikhlas jika dikritik atasan, sepedas apapun  kata katanya.  Mau melakukan segala instruksi atasan (selama itu halal dan wajar) .

Jangan sampai, setelah kita dikritik, kita menjadi marah, tidak mau menerima, apalagi sampai tidak mau berkomunikasi dengan atasan.  Hal itu justru akan membuat kita terlihat konyol.  Akibat dari kekonyolan itu adalah kesalahan beruntun yang akan terjadi.

Saat dikritik masalah cara berkomunikasi, saat itu juga saya melakukan instropeksi diri, apakah cara saya sudah benar?  Terus terang, saya adalah tipe orang yang tidak mau repot, selama hasil akhir pekerjaan saya bagus, menurut saya report setiap waktu ke atasan tidak terlalu penting.  Nah......ini dia masalahnya..........

Pola pikir saya berbeda dengan mereka.  Atasan ingin saya mengemukakan apa saja kesulitan   yang ditemui,  solusi apa saja yang bisa mereka berikan, sehingga hasil pekerjaan bisa dikatakan well done. Sementara, saya kurang hobi memberikan laporan setiap saat dan setiap waktu.  Kalaupun  menghadap atasan, lebih sering melaporkan hasil kerja, bukan saling bertukar pikiran atau sharing masalah.

Cara berkomunikasi dengan tamu pun sempat menuai kritik dari atasan.  Budaya saya adalah budaya tanpa basa basi, suka bilang suka, tidak suka bilang tidak suka. Berbeda dengan atasan yang selalu mengajarkan basa basi sebagai sopan santun dengan tamu ataupun partner kerja.  Sulit rasanya ngobrol ngalor ngidul dengan orang yang tidak saya kenal secara akrab.  Tapi mau bagaimana lagi, itu tuntutan profesi.  Setelah dipraktekan, lama lama saya mulai terbiasa.  

Satu hal penting yang saya pelajari adalah.......bahwa two way communication, adalah cara komunikasi yang paling tepat untuk mencapai sasaran dan tujuan kita.  

Apa indikator  bahwa Two Way Communication yang kita lakukan berhasil? Menurut saya : hal itu berhasil jika orang yang kita ajak berbicara memberikan respon atas cerita kita, dan memberikan pandangan atau tanggapan atas cerita tersebut.  Jika orang yang kita ajak bicara lebih banyak diam dan hanya bicara seperlunya, berarti arus komunikasi yang kita lakukan masih One Way Communication.

Itulah sharing saya soal komunikasi.  Ada pendapat lain?  Monggo...... 





Comments

Popular posts from this blog

Secret dan Sekretaris

Sekretaris.....Sekretaris

Notulen Meeting.......Masih Relevan atau Tidak?